Sosial

Septolescent, Istilah untuk Lansia di Atas 70 Tahun yang Tetap Aktif dan Produktif

×

Septolescent, Istilah untuk Lansia di Atas 70 Tahun yang Tetap Aktif dan Produktif

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI

MEDIAGLOBAL.ID – Memasuki usia 70 tahun ke atas tidak selalu identik dengan berhenti beraktivitas. Istilah “septolescent” digunakan untuk menggambarkan pria maupun wanita berusia lanjut yang tetap memiliki semangat, aktivitas, dan antusiasme seperti anak muda dalam menjalani kehidupan.

Septolescent merupakan gabungan konsep usia lanjut dengan semangat remaja. Mereka tidak menjadikan pertambahan usia sebagai alasan untuk berhenti berkarya, belajar, bersosialisasi maupun menikmati berbagai aktivitas kehidupan.

Sejumlah karakteristik sering dikaitkan dengan sosok septolescent. Mereka tetap aktif melakukan kegiatan yang membuat pikiran dan tubuh tetap bergerak, baik bekerja, belajar, berkarya maupun menjalankan berbagai kegiatan sosial.

Selain aktif, mereka juga menjaga hubungan sosial dengan memiliki lingkungan pertemanan yang sehat. Pertemuan sederhana dengan sahabat, seperti berbincang sambil menikmati kopi atau sekadar bertukar cerita, menjadi bagian dari kehidupan sosial mereka.

Septolescent juga digambarkan sebagai kelompok yang tetap terbuka terhadap pengalaman baru. Bepergian, mengenal tempat dan budaya baru serta menikmati berbagai kegiatan menjadi cara untuk mempertahankan semangat hidup tanpa harus mengejar kemewahan.

Dalam kehidupan keluarga, mereka berupaya mempertahankan hubungan yang baik dengan pasangan, anak, cucu maupun kerabat. Hubungan tersebut dibangun melalui kasih sayang, rasa hormat dan dukungan satu sama lain.

Dari sisi pola pikir, septolescent cenderung memiliki sikap optimistis. Mereka masih mempunyai tujuan, rencana atau kegiatan yang ingin dilakukan sehingga kehidupan tetap memiliki arah meskipun usia telah lanjut.

Aspek kesehatan juga menjadi perhatian. Mereka berusaha menjaga kondisi tubuh melalui aktivitas fisik sesuai kemampuan, berjalan kaki, berolahraga dan menjaga pola makan. Kondisi kesehatan yang menurun akibat usia diterima sebagai bagian dari proses kehidupan, namun tetap diupayakan agar tidak menghalangi aktivitas sehari-hari.

Karakter lainnya adalah kemampuan menikmati kebahagiaan dari hal-hal sederhana. Pertemuan keluarga, ulang tahun, kegiatan bersama teman, menikmati tontonan favorit hingga menjalani hari baru dapat menjadi sumber kebahagiaan.

Rasa syukur juga menjadi bagian penting dari pola hidup tersebut. Mereka berusaha menghargai hal-hal baik yang dimiliki sekaligus tetap memberikan manfaat dan kebaikan kepada orang lain.

Pada akhirnya, konsep septolescent menekankan bahwa bertambahnya usia tidak harus selalu diikuti dengan hilangnya semangat untuk menjalani kehidupan.

Penuaan merupakan proses yang tidak dapat dihentikan. Namun, cara seseorang menerima dan menjalani masa lanjut usia dapat menentukan bagaimana kehidupan tersebut tetap terasa bermakna.

“Tidak mungkin menghentikan penuaan. Tetapi menerima penuaan dengan bermartabat dan hormat sepenuhnya ada di tangan kita.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *