Instagram Perketat Aturan, Video Prank dan Perekaman Diam-Diam Pakai Meta Glasses Terancam Dihapus

waktu baca 2 menit
Senin, 3 Agu 2026 22:52 1 Redaksi

Gambar ilustrasi:

JAKARTA,MEDIAGLOBAL.ID – Instagram mengambil langkah tegas terhadap maraknya penyalahgunaan kacamata pintar Meta (Meta Glasses) yang digunakan untuk merekam orang lain tanpa izin. Platform media sosial tersebut kini akan menghapus berbagai konten yang menampilkan aksi pelecehan, prank yang merugikan orang lain, hingga perekaman diam-diam di ruang publik.

Kebijakan baru itu disampaikan langsung oleh Kepala Instagram, Adam Mosseri, melalui unggahan di Instagram Stories. Ia menegaskan bahwa Instagram tidak lagi memberikan ruang bagi konten yang mengeksploitasi atau mempermalukan orang lain demi mendapatkan perhatian di media sosial.

Menurut Mosseri, berbagai video yang menampilkan aksi mengganggu orang asing, termasuk konten dengan modus rayuan (pickup line), prank, maupun interaksi yang direkam tanpa persetujuan korban, akan ditindak sesuai aturan platform.

Ia menegaskan bahwa Instagram tidak ingin menjadi tempat penyebaran konten yang diperoleh dengan cara merekam seseorang secara diam-diam, kemudian mengunggahnya demi meraih popularitas atau jumlah penonton.

Sejalan dengan kebijakan tersebut, Meta sebagai induk perusahaan Instagram juga mulai memblokir sejumlah akun yang diketahui menggunakan Meta Glasses untuk merekam orang lain tanpa izin. Langkah ini dinilai sebagai respons atas meningkatnya kritik terhadap penggunaan kacamata pintar yang dianggap melanggar privasi masyarakat.

Dalam beberapa waktu terakhir, beredar banyak video yang memperlihatkan kreator konten merekam pekerja layanan publik, pengunjung pusat perbelanjaan, hingga perempuan di ruang terbuka tanpa sepengetahuan mereka. Konten-konten semacam itu kerap menuai kecaman karena dianggap melecehkan serta mengabaikan hak privasi individu.

Akibat maraknya penyalahgunaan tersebut, Meta Glasses bahkan mendapat julukan negatif di kalangan warganet, seperti “kacamata predator” atau “kacamata mesum”, yang dinilai dapat merusak citra produk tersebut.

Selain memperketat pengawasan di Instagram, Meta juga menghadirkan pembaruan perangkat lunak pada Meta Glasses. Pembaruan ini dirancang agar kamera otomatis dinonaktifkan apabila sistem mendeteksi lampu LED indikator perekaman telah dimanipulasi atau ditutupi.

Sebelumnya, sejumlah pengguna diketahui menutup lampu indikator menggunakan selotip atau melakukan modifikasi tertentu agar proses perekaman tidak diketahui oleh orang di sekitarnya. Bahkan, sempat muncul layanan modifikasi tidak resmi yang menawarkan perubahan sistem perangkat agar dapat merekam secara tersembunyi.

Melalui kebijakan baru tersebut, Meta berharap penyalahgunaan teknologi kacamata pintar dapat diminimalkan sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap privasi pengguna maupun masyarakat di ruang publik.

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA