Pemerintahan

Lampung Barat Dilirik Jadi Sentra Bawang Putih, Polri Dukung Penguatan Ketahanan Pangan

×

Lampung Barat Dilirik Jadi Sentra Bawang Putih, Polri Dukung Penguatan Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini

LAMPUNG BARAT, MEDIAGLOBAL.ID – Kabupaten Lampung Barat mendapat apresiasi dari Kepolisian Republik Indonesia atas komitmennya mendukung program swasembada pangan nasional melalui pengembangan komoditas bawang putih. Dukungan tersebut disampaikan dalam konferensi video yang digelar di Mapolda Lampung, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, Kapolres Lampung Barat AKBP Samsu Wirman, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Maidar, serta Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Syafaruddin.

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengatakan, sinergi antara pemerintah daerah dan jajaran kepolisian menjadi langkah strategis dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Menurutnya, Lampung Barat memiliki potensi alam yang sangat mendukung untuk pengembangan bawang putih.

“Lampung Barat memiliki potensi besar menjadi sentra bawang putih. Kondisi geografis dengan ketinggian 700 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut, suhu yang sejuk, serta tanah yang subur merupakan modal utama untuk menghasilkan bawang putih berkualitas,” ujar Parosil.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat telah memulai uji coba penanaman bawang putih sejak 16 April 2026 dan dijadwalkan memasuki masa panen pada 12 Agustus 2026 mendatang.

Hasil pemantauan tanaman pada usia 88 Hari Setelah Tanam (HST) menunjukkan perkembangan yang sangat menggembirakan. Diameter umbi telah mencapai sekitar 3,7 hingga hampir 4 sentimeter atau mendekati standar kualitas grade A.

“Hasil sementara ini membuktikan bahwa tanah Lampung Barat mampu menghasilkan bawang putih berkualitas. Ini menjadi optimisme bagi kami untuk menjadikan Lampung Barat sebagai salah satu sentra bawang putih di Provinsi Lampung,” katanya.

Berdasarkan pemetaan potensi, Lampung Barat memiliki sekitar 870 hektare lahan yang layak dikembangkan untuk budidaya bawang putih. Pada tahun 2026, pemerintah daerah menargetkan penanaman seluas 40 hektare yang tersebar di Kecamatan Balik Bukit, Sukau, Way Tenong, dan Sekincau.

“Target 40 hektare ini merupakan langkah awal. Jika hasilnya sesuai harapan, kami akan memperluas pengembangan ke wilayah lain yang memiliki potensi serupa. Kami ingin petani Lampung Barat semakin sejahtera melalui komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi,” tegas Parosil.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut bukan hanya berdampak pada peningkatan produksi pertanian, tetapi juga menjadi langkah nyata memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Ketahanan pangan tidak bisa dibangun sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, hingga para petani. Dengan kebersamaan, saya optimistis Lampung Barat mampu menjadi lumbung bawang putih baru di Provinsi Lampung,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf menyatakan dukungan penuh terhadap program pengembangan bawang putih di Lampung Barat sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Polri siap mendukung program ketahanan pangan melalui pendampingan dari hulu hingga hilir. Kami ingin memastikan para petani memperoleh rasa aman, pendampingan, serta kemudahan dalam proses budidaya hingga pemasaran hasil panen,” ujar Helfi.

Ia menegaskan, keterlibatan Polri bukan hanya dalam aspek pengamanan, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah untuk mengawal keberhasilan program nasional.

“Kolaborasi ini diharapkan mampu mengawal seluruh proses, mulai dari penanaman, pendampingan, hingga pemasaran, sehingga petani tidak mengalami kesulitan dalam mengembangkan usaha pertaniannya,” katanya.

Kapolda juga berharap keberhasilan Lampung Barat dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan komoditas unggulan berbasis potensi wilayah.

“Jika seluruh pihak bergerak bersama, saya yakin program swasembada pangan bukan sekadar target, tetapi dapat benar-benar terwujud demi kesejahteraan masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

PEMERINTAH | PERTANIAN | KETAHANAN PANGAN | LAMPUNG BARAT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *