LAMPUNG BARAT, MEDIAGLOBAL.ID – Pemerintah Kabupaten Lampung Barat terus memperkuat langkah strategis dalam mengembangkan sektor perkebunan kopi robusta sebagai penggerak utama perekonomian daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Ekspose Program Strategi Pengembangan Ekosistem Kopi Robusta Tahun 2026–2030 yang digelar di Ruang Rapat Pesagi Setdakab Lampung Barat, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Barat, Drs. Nukman, M.M., dan dihadiri Direktur PT Pesagi Mandiri (Perseroda) Alamsyah HR, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, kepala perangkat daerah, serta para camat se-Kabupaten Lampung Barat.
Ekspose tersebut menjadi forum penyusunan arah kebijakan strategis dalam membangun ekosistem kopi robusta yang terintegrasi, mulai dari petani, pemerintah, BUMD, pelaku usaha hingga industri pengolahan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing kopi robusta Lampung Barat sekaligus mengukuhkan daerah tersebut sebagai coffee hub robusta nasional.
Direktur PT Pesagi Mandiri (Perseroda), Alamsyah HR, menjelaskan bahwa Lampung Barat merupakan salah satu sentra kopi robusta terbesar di Indonesia dengan sekitar 36 ribu petani, luas lahan mencapai 54 ribu hektare, dan produksi sekitar 63 ribu ton kopi setiap tahun.
Menurutnya, kopi bukan hanya komoditas unggulan, tetapi telah menjadi identitas sekaligus penopang utama perekonomian masyarakat Lampung Barat.
“Kopi bukan sekadar komoditas, tetapi merupakan identitas dan masa depan ekonomi masyarakat Lampung Barat. Karena itu, kami ingin menjadikan Lampung Barat sebagai pusat kolaborasi sekaligus rujukan kopi robusta Indonesia,” ujar Alamsyah.
Meski memiliki potensi besar, Alamsyah mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus diselesaikan, seperti belum terintegrasinya data petani, belum adanya sistem traceability atau ketertelusuran produk kopi, terbatasnya kemitraan dengan industri, serta belum optimalnya nilai tambah yang diterima petani.
“Melalui strategi pengembangan ekosistem ini, kami ingin membangun rantai usaha kopi yang terhubung dari hulu hingga hilir. Tujuannya agar kesejahteraan petani meningkat, investasi tumbuh, dan kopi Lampung Barat memiliki daya saing yang semakin kuat di pasar nasional maupun internasional,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Lampung Barat, Drs. Nukman, M.M., menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan kopi robusta tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, BUMD, petani, akademisi, pelaku usaha, hingga dunia industri.
“Kegiatan hari ini merupakan langkah bersama untuk membangun ekosistem kopi Lampung Barat yang terintegrasi, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi petani, masyarakat, serta daerah. Kolaborasi menjadi kunci utama keberhasilan program ini,” ujar Nukman.
Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat identitas kopi asal Lampung Barat agar semakin dikenal luas. Selama ini masyarakat lebih mengenal istilah Kopi Lampung, padahal sebagian besar produksi kopi robusta berasal dari Kabupaten Lampung Barat.
“Banyak orang mengenal Kopi Lampung, tetapi belum mengetahui bahwa produksi terbesarnya berasal dari Lampung Barat. Karena itu, kita harus memperkuat branding, menggunakan identitas Lampung Barat, dan melakukan promosi secara berkelanjutan. Kopi adalah identitas daerah yang harus terus kita gaungkan,” tegasnya.
Nukman berharap Program Strategi Pengembangan Ekosistem Kopi Robusta Tahun 2026–2030 mampu mengintegrasikan seluruh pemangku kepentingan ke dalam satu sistem yang berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan produktivitas, kualitas, investasi, serta kesejahteraan petani.
“Kami optimistis, dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, PT Pesagi Mandiri, petani, dan dunia usaha, Lampung Barat akan semakin kokoh sebagai pusat pengembangan kopi robusta Indonesia sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” pungkasnya.
Pemerintahan | Perkebunan | Pertanian | Ekonomi Daerah | Lampung Barat












