SALATIGA, MEDIA GLOBAL.ID – Sebanyak 150an mahasiswa Kelas Kewarganegaraan di Universitas Kristen Satya Wacana menggelar kegiatan Klinik Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan yang dirancang sebagai ruang pembelajaran interaktif bagi mahasiswa untuk memahami isu toleransi, hak konstitusional, dan praktik kebebasan beragama di Indonesia.
Kegiatan ini dipandu oleh dosen pengampu Mardian Putra Frans dan dilaksanakan melalui beberapa metode pembelajaran terpadu. Selain penyampaian materi di kelas, mahasiswa mengikuti webinar yang menghadirkan dosen dari luar kampus serta praktisi yang memiliki perhatian khusus pada isu kebebasan beragama dan berkeyakinan. Sesi ini bertujuan memperkaya perspektif mahasiswa dengan pengalaman langsung dari para ahli dan pelaku lapangan.
Sebagai bagian dari pendekatan reflektif, kegiatan juga dilengkapi dengan pemutaran film bertema kebebasan beragama dan berkeyakinan. Diskusi setelah pemutaran film menjadi ruang analisis kritis bagi mahasiswa untuk mengaitkan teori dengan realitas sosial.
Tidak hanya menerima materi, mahasiswa juga ditugaskan memproduksi video edukasi mengenai kebebasan beragama dan berkeyakinan. Produksi konten ini diharapkan mendorong mahasiswa menjadi agen literasi publik yang mampu menyampaikan pesan toleransi secara kreatif dan berdampak.
Melalui rangkaian kegiatan ini, kelas Kewarganegaraan tidak hanya menekankan pemahaman konseptual, tetapi juga menumbuhkan kesadaran praktis tentang pentingnya menghormati keberagaman keyakinan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (Mg)
Tidak ada komentar