Wartawan di Lubuklinggau Diteror OTK Dua Hari Berturut-turut, Listrik Rumah Dimatikan Secara Misterius

waktu baca 2 menit
Minggu, 12 Okt 2025 09:50 2 Redaksi

LUBUKLINGGAU, MEDIAGLOBAL.ID – Suasana mencekam menyelimuti kediaman Erwin, seorang wartawan yang aktif bertugas di wilayah Silampari. Selama dua hari berturut-turut, rumahnya di Jl. Karto Mas RT.03, Kelurahan Karang Ketuan, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II didatangi oleh orang tak dikenal (OTK), baik pada siang maupun malam hari.

Kejadian ini tidak hanya terekam jelas oleh kamera CCTV, tetapi juga membuat aliran listrik rumah mati secara tiba-tiba, yang diduga kuat disengaja oleh pelaku.

Peristiwa pertama terjadi pada malam Kamis (9/10) pukul 19.44 WIB, ketika sosok mencurigakan terlihat mondar-mandir di sekitar rumah. Esok paginya, sekitar pukul 09.00 WIB, sosok tersebut kembali terlihat dengan perilaku yang tidak biasa. Puncaknya terjadi pada malam Jumat (10/10) pukul 19.30 WIB, saat pelaku kembali dan mematikan aliran listrik rumah secara misterius.

“Sudah dua hari rumah kami didatangi orang yang tidak dikenal. Kadang naik mobil, kadang naik motor. Kami sekeluarga takut, apalagi malam kemarin listrik rumah sempat mati pas orang itu datang,” ujar Riska, anak Erwin, dengan nada ketakutan.

Erwin menyatakan bahwa seluruh kejadian telah direkam dan rekaman CCTV telah diamankan sebagai barang bukti untuk laporan ke pihak kepolisian.

“Saya berharap polisi bergerak cepat. Jangan sampai hal seperti ini dibiarkan. Ini bukan cuma soal saya sebagai wartawan, tapi juga soal keamanan keluarga,” tegasnya.

Keluarga menduga, pola kehadiran yang berulang dan waktu yang dipilih oleh pelaku bukanlah kebetulan. Ada indikasi kuat bahwa ini merupakan bentuk teror atau intimidasi, yang berpotensi berkaitan dengan profesi Erwin sebagai wartawan.

Insiden ini mengundang keprihatinan dari kalangan jurnalis dan masyarakat Silampari. Sejumlah rekan wartawan menduga peristiwa ini bisa saja menjadi bentuk tekanan terhadap tugas jurnalistik yang menyentuh isu-isu sensitif.

“Kita tidak bisa membiarkan intimidasi seperti ini terus terjadi. Ini bisa jadi bentuk pembungkaman terhadap pers,” ujar salah satu wartawan senior Silampari yang enggan disebut namanya.

Mereka menyerukan agar Polres Lubuklinggau segera menyelidiki kasus ini secara serius, termasuk mengusut rekaman CCTV, menangkap pelaku, dan memberikan perlindungan hukum kepada Erwin serta keluarga.

Kejadian ini menjadi pengingat nyata bahwa wartawan di lapangan tidak hanya menghadapi tantangan dalam mencari informasi, tapi juga risiko ancaman fisik dan mental. Kebebasan pers yang dijamin oleh undang-undang harus diiringi dengan jaminan keamanan bagi pelakunya.

Masyarakat berharap agar aparat hukum bertindak cepat, sebelum teror ini berkembang menjadi tindakan kriminal yang lebih membahayakan.

“Kami tidak ingin ada korban. Kami hanya ingin rasa aman kembali,” pungkas Erwin. (Mg)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA