KABUPATEN TANGERANG-MEDIAGLOBAL.ID-Dalam rangka menuju arah pembangunan dan modernisasi suatu masyarakat akan menempuh jalan yang berbeda antara satu masyarakat dengan yang lain, dan itu terjadi karena peranan kebudayaan sebagai salah satu faktor.
Budaya politik dapat membentuk aspirasi, harapan, preferensi, dan prioritas tertentu dalam menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh perubahan sosial politik. Pada gilirannya, disimpulkan bahwa peran budaya politik santun, bersih dan beretika dalam rangka memperkokoh kehidupan masyarakat Tangerang yang gemilang menuju masyarakat Tangerang Emas akan mudah terwujud.
Namun, apa yang terlihat sekarang ini bukan politik santun yang Masyarakat Kabupaten Tangerang miliki sejak dulu, masyarakat madani yang selalu memberikan kesempatan dimanapun dan kepada siapapun.
Kabupaten Tangerang adalah wilayah penyangga Ibukota, Bentengnya DKI Jakarta dan palang pintunya masyarakat Wilayah Banten lainnya. Sehingga Masyarakat Kabupaten Tangerang sejak dahulu terlahir dan terkondisikan sebagai masyarakat Benteng yang kuat dan kokoh, namun adat ketimuran yang santun dan beretika lebih dikedepankan.
Sorotan tajam berbagai pihak, munculnya di awal awal mulai munculnya H. Zulkarnain, SE Bakal Calon Bupati Tangerang ini dituding tidak akan mampu melalui jalur perorangan dengan syarat berat harus mengumpulkan 160.000 KTP namun apa yang kita lihat saat ini, Bang Zul sudah mencapai 600.000 bahkan target dibulan ini akan mencapai 1 juta KTP dan surat dukungan. Cibiran itu pun hilang ditelan Bumi.
Lalu datang lagi, Sosok Mad Romli dan Sekda Rudy Maesyal yang muncul dengan Baliho balihonya malah keduanya saling tuding dan kritikan yang akhirnya saling tudingan, saling protes klaim wilayah ini bukan wilayah dukungan secara penuh dan mutlak yang akhirnya kedua Tokoh yang pernah menjabat di Lingkungan Pemkab Tangerang bersama Bupati Zaki Iskandar seakan sedang berebut mainan sementara sang Ayah pun sedang sibuk di Wilayah lain mencari Kekuasaan baru dan mencari perhatian para idola lain di sana yang jelas bukan disini.
Bagai anak ayam kehilangan induk, keduanya memperlihatkan sifat kekanak kanakannya kembali. Saling klaim, saling kritik dan saling protes.
Masyarakat pun mulai bergeser perhatiannya kepada sosok H. Zulkarnain, SE yang seakan muncul sebagai Benteng Tangerang halnya Benteng Zulkarnain baru yang tidak akan terpengaruh oleh rayuan dan godaan kedua bakal Calon Bupati lainnya. Semua memiliki kesempatan yang sama. Ayo kita perlihatkan politik santun dan beretika.
Saya sebagai penulis, berharap bapak segera pulang….!!! Atau segera perintahkan untuk memilih jalur tengah dan dukung Benteng Zulkarnain sebagai Benteng Tangerang Baru yang akan membawa Kabupaten Tangerang ini lebih baik lagi.(*)
Tidak ada komentar