Budaya

Pesta Sekura, Tradisi Topeng Sarat Makna yang Tetap Lestari di Lampung Barat

×

Pesta Sekura, Tradisi Topeng Sarat Makna yang Tetap Lestari di Lampung Barat

Sebarkan artikel ini

LAMPUNG BARAT, MEDIAGLOBAL.ID – Di tengah suasana hangat perayaan Hari Raya Idul Fitri, masyarakat di Kabupaten Lampung Barat memiliki tradisi unik yang terus dijaga lintas generasi, yakni Pesta Sekura. Tradisi ini tidak sekadar menjadi perayaan tahunan, tetapi juga merepresentasikan nilai kebersamaan, ekspresi budaya, serta refleksi kehidupan sosial yang mengakar kuat di tengah masyarakat.

Pesta Sekura dikenal sebagai tradisi rakyat bertopeng yang digelar setiap tahun pada awal bulan Syawal. Dalam perayaan ini, masyarakat dari berbagai kalangan turun ke jalan mengenakan topeng dan kostum beragam, mulai dari yang sederhana hingga yang penuh warna dan mencolok. Kehadiran topeng tidak hanya menjadi ciri khas, tetapi juga menjadi simbol kesetaraan, di mana setiap orang dapat berbaur tanpa memandang latar belakang, menciptakan suasana penuh keakraban dan kegembiraan.

Pelaksanaan Pesta Sekura umumnya berlangsung selama beberapa hari setelah Idul Fitri dan digelar secara bergiliran di sejumlah pekon atau desa di Lampung Barat. Momentum ini dimanfaatkan masyarakat untuk mempererat tali silaturahmi usai menjalani ibadah puasa Ramadan, sekaligus menjadi hiburan rakyat yang selalu dinantikan setiap tahunnya.

Di balik kemeriahannya, Pesta Sekura menyimpan makna filosofis yang mendalam. Topeng yang dikenakan para peserta melambangkan beragam karakter manusia dalam kehidupan. Dalam tradisi ini dikenal dua jenis sekura, yakni Sekura Kamak yang berpenampilan sederhana bahkan cenderung menyeramkan sebagai simbol sifat buruk manusia, serta Sekura Betik yang tampil rapi dan indah sebagai perlambang kebaikan. Melalui simbol tersebut, masyarakat diajak untuk merefleksikan diri serta menumbuhkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu daya tarik utama dalam Pesta Sekura adalah tradisi “Cakak Buah” atau panjat pinang yang selalu menyedot perhatian. Dalam kegiatan ini, peserta berlomba memanjat batang pinang untuk meraih hadiah di puncaknya. Lebih dari sekadar hiburan, Cakak Buah mencerminkan semangat gotong royong, kerja sama, serta kegigihan masyarakat dalam menghadapi tantangan.

Secara historis, Pesta Sekura merupakan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak ratusan tahun lalu. Tradisi ini diyakini sebagai hasil perpaduan budaya lokal dengan pengaruh kepercayaan masa lampau serta nilai-nilai Islam yang berkembang seiring waktu, hingga kemudian menjadi simbol persatuan dan harmoni sosial di tengah masyarakat Lampung Barat.

Hingga kini, Pesta Sekura tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat setempat, tetapi juga semakin dikenal luas sebagai salah satu kekayaan budaya Nusantara. Dengan segala keunikan dan nilai yang terkandung di dalamnya, tradisi ini diharapkan terus lestari serta mampu menjadi daya tarik budaya dan pariwisata yang memperkenalkan identitas Lampung Barat ke tingkat nasional maupun internasional.

(Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *